Pages

Jumat, 26 Juni 2015

STRANGERS!

We said hello to each other

Then we made conversation

We never get bored to talk

You make me laugh sometimes

You tell me about your terrible life

And I tell you about my pathetic love story

Then we laughed about our bad luck together

It feels like I’ve known you before

The sounds beats up in my mind


La La La La La La La

Minggu, 07 Juni 2015

Forgive my self


Kali ini saya mencoba bertahan dalam sendiri yang tanpa kamu. Bagaimanapun saya sudah bertekad dan berjanji dengan diri saya sendiri untuk tidak lagi menganggu hidupmu. Tidak lagi membuatmu “panas” seperti yang selama ini kamu rasakan ketika saya menghubungimu. Saya tidak akan lagi seperti itu. Saya memutuskan untuk berhenti mempermalukan diri saya sendiri. Memang benar jika saya terlalu mencintaimu melebihi saya mencintai diri saya sendiri. Itu karena saya sendiri tidak bisa memaafkan kebodohan-kebodohan yang sering saya lakukan hingga menghantarkan saya ke titik ini. Mungkin perasaanmu sudah terhapuskan dengan berjalannya kurang lebih 3 bulan kita jarang berkomunikasi lagi. Secepat itu waktu membuatmu sadar bahwa selama ini kamu hanya salah terka dengan perasaanmu sendiri. Secepat itu mungkin kamu menyadari bahwa kamu berjuang untuk orang yang salah selama ini. Ya mungkin secepat itu. Tapi disini banyak hal yang membuat saya belajar dan tersadar.
Im not gonna love other guy like the way I love you. Not anymore. I promise my self.

Tidak lagi saya akan seperti ini. Saya tidak akan menangis lagi karena saya terlalu mencintai. Saya memutuskan untuk berhenti berharap baik pada kamu atau yang lain. Harapan saya sudah padam sejak percakapan terakhir kita. Saya cukupkan sampai disini perasaan saya. Sudah terlalu cukup untuk menyakiti diri sendiri. Mencintaimu tidak selalu harus membuatmu ada bersama saya. Ada banyak hal yang membuat saya tersadar, betapa hal yang menyakitkan yang menurutmu pernah saya lakukan tidak pernah termaafkan. Mungkin hal tersebut saya anggap sepele saja pada saat itu ternyata bisa melukaimu dengan begitu besar. Mengetahuinya bukan lagi penyesalan yang saya rasakan, namun lebih ke “pembelajaran”. Disini saya belajar bahwa mungkin tindakan kita secara tidak sadar sangat melukai orang lain tidak hanya melukaimu.



Saya tidak lagi ingin egois merasa paling terluka dalam kisah cinta kita. Bagaimanapun saya mencoba berdamai dengan diri saya sendiri, saya memaafkan diri saya sendiri karena pernah begitu bodoh. Disetiap hal buruk yang terjadi di hidup kita tidak perlu disesalkan terlalu lama. Karena luka yang kita rasakan bisa menjadi pendidik yang paling baik. Jika tidak terluka kita mungkin tidak pernah belajar mencari “obat” untuk menyembuhkan luka tersebut. Pernah terjatuh membuat saya belajar susah payahnya untuk bangkit kembali. Terkadang kita butuh terjatuh, tersungkur dan terjerembab untuk menemukan kebahagiaan yang sebenarnya. Kalau tidak pernah salah, saya mungkin tidak pernah bertemu dengan orang yg tepat. Terima kasih semesta telah membuat saya banyak belajar J

Jumat, 29 Mei 2015

Pain

Pagi ini lagi-lagi saya terbangun dengan mata sembab. Semalam saya menangis hingga ketiduran. Karena tidak ada lagi yang mampu saya perbuat. Dada saya sesak dan hati saya sakit. Untuk tidak menghubungimu pun saya menahan diri  sekuat tenaga. Karena saya tau hal itu akan sia-sia dan berujung pada luka yang baru. Jika kamu membaca ini pun kamu akan menganggap saya perempuan menye yang terlalu banyak bersedih. Tidak kamu salah. Saya hanyalah perempuan yang terlalu mencintai. Sesal saya pun tak kunjung berujung. Mengapa saya harus mencintai dengan seluruh hati saya. Hingga ketika ada luka karena cinta itu, seluruh hati saya pun hancur. Saya kehilangan selera untuk mencintai siapapun.


Tapi bukankah kita tidak bisa memilih untuk jatuh cinta kepada siapa. Kepada dia yang memberimu bahagia atau dia yang memberimu luka. Saya tidak bisa memilih. Tidak ada yang mengerti seberapa sakit yang saya rasakan karena terlalu mencintaimu. Jika saya wanita waras mungkin saya sudah mengubur dalam-dalam perasaan saya dan melanjutkan hidup saya dengan bahagia. Sayangnya saya wanita yang mencintai dengan ketidakwarasan. 


Saya memang harus bersabar menunggu kamu yang mungkin akan kembali pada saya. Namun saya paling tidak bisa mengetahui kamu mendekati wanita lain. Hati saya hancur tak terhindarkan. Air mata saya pun menetes tak terkontrol. Hingga lagi-lagi saya terbangun dengan mata sembab dan tidak bergairah lagi melihat dunia. Saya bukannya tidak rela kamu mencoba mencari wanita lain untuk menggantikan saya. Hanya saja seperti orang yang terlalu cinta pada umumnya saya hanya merasa terlalu sakit.

I love you too much but you ignore me

Jumat, 22 Mei 2015

Teruntuk kamu yang pernah mencoba mencintai saya

Saya memohon maaf setulusnya jika saya pernah melukaimu dengan begitu besar. Setulus hatipun saya berharap agar kamu melupakannya pula tidak hanya memaafkannya. Rasa saya masih sama terhadapmu. Tapi mungkin km sudah tidak lagi seperti itu. Saya sangat berharap kamu bisa bahagia. Dengan wanita yg mungkin saja sedang dekat denganmu. Saya dengar namanya Marisa ya? Pasti dia memiliki sifat yang lebih "wanita" dibanding saya yang kekanak-kanakan. Sebelumnya saya selalu percaya kita pasti bisa kembali bersama seperti dulu. Namun saya sekarang pun tidak bisa mempercayai keyakinan dan firasat saya sendiri. Karena saya mendengarmu sudah bisa tanpa saya.

Walaupun hati saya hancur saat mengetahuinya. Mungkin ini juga alasan mengapa kamu menghilangkan jejak-jejak saya dan kamu di media sosial. Karena mungkin dia akan menjauhimu jika mengetahuinya. Mungkin keinginanmu untuk melupakan saya begitu besar. Saya hancur disini. Untuk tersenyum pun saya tidak bergairah. Saya merasa begitu menyedihkan karena masih saja terjebak dengan rasa yang tak berbalas ini. Maafkan saya masih mencintaimu. Kau hanya perlu tidak peduli kepada saya. Agar rasa cinta saya ini tidak memberatkanmu.

Begini rasanya merindukan seseorang yang tidak lagi merindukan saya.  Saya sangat ingin menyapamu. Bercanda tawa seperti dulu. Saling berbagi cerita. Saya rindu kehangatan pembicaraan kita. Sekarang saya hanya bisa menahannya. Saya hanya bisa berdiam dan tersiksa dengan sesaknya rindu. Karena mungkin kamu yang sudah tidak lagi merindukan dan peduli dengan saya. sangat ingin saya menyapamu. Berharap kita bisa seperti dulu. Tapi hal itu sekarang lebih dari mustahil. Bagaimana menuntaskan perasaan ini? Saya sudh tidak berdaya lagi menghadapinya. Maybe I love you too much